Sejarah Desa

Administrator 30 April 2014 17:20:39 WIB

Sejarah Berdirinya Desa Kebondalem Lor

 

Setelah berusaha menghimpun informasi dari berbagai nara sumber yang rata-rata terdiri dari para Tokoh Masyarakat yang relatif sudah sepuh, Tim Penelusuran Sejarah Terbentuknya  Desa Kebondalem Lor menyimpulkan bahwa:

 

Desa Kebondalem Lor dahulu terdiri dari 2 Desa yaitu Desa Kebondalem dan Desa Dukuh. Kedua Desa tersebut sekitar tahun 1937 disatukan (diblengketke, Jw) oleh Pamarintah Nagari Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjadi Desa Kebondalem Lor dengan wilayah seperti saat ini.

 

Desa Kebondalem adalah sebuah Desa yang mempunyai wilayah padukuhan (Versi lain Kabekelan) Kebondalem, Kembangan, Gendeng, Tanjung,   Dengok , Tempel dan Karangjoho. Desa Kebondalem diperkirakan sudah ada sejak tahun 1600 an, hal ini dibuktikan dari keterangan narasumber yang menyebutkan bahwa pernah diketemukan sebuah guci di sekitar wilayah Kebondalem yang berisi uang-uang  logam buatan VOC yang terbuat dari tembaga. Dimasa Agresi Belanda kedua sekitar tahun 1949 Kebondalem menjadi sentra perlawanan Republik melawan Belanda. Diceritakan di saat-saat itu telah gugur seorang Asisten Wedana (para sesepuh hanya menyebut ndara Siten) ditembak oleh Tentara Belanda. Tempat kejadian gugurnya Ndara Siten tersebut saat ini ditempati Usaha Bengkel Rebuild understel mobil di sebelah timur Balai Desa Kebondalem Lor saat ini. Almarhum ditembak dari jarak kurang lebih 200 meter, yaitu dari sekitar jembatan Tegal Serut.

 

Sedangkan Desa Dukuh meliputi wilayah padukuhan Dukuh, Grejegan, Dawung dan Bugelan. Didapat informasi bahwa diperkirakan Desa Dukuh ini sudah ada sejak jaman Hindu, karena di sebelah barat Desa Grejegan dijumpai adanya bekas tempat ibadah seperti bangunan candi. Walaupun saat ini bangunan itu sudah tidak bisa dijumpai lagi hanya tersisa batu-batu seperti batu candi yang tersebar di areal persawahan sebelah barat Grejegan. Batu-batu yang berserakan tersebut dinaungi sebatang pohon Randu Alas yang bisa dijadikan patokan oleh warga manakala melihat Grejegan dari kejauhan.

 

Ada versi lain dari sejarah Grejegan yaitu desa ini diperkirakan sudah ada sejak jaman Walisanga hal ini kami ketahui dari bebarapa santri dari salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur yang berziarah di salah satu pusara yang diketahui sebagai pusara dari Ki Grejeg di Makam Grejegan Wetan Kali. Dituturkan bahwa cikal bakal desa Grejegan yaitu Ki Grejeg,  adalah seorang kerabat dekat dari Ki Ageng Wanalela atau Syeh Jumadil Qobra (Pondok Wanalela) dan diperkirakan masih kerabat dekat dari Ki Ageng Gribig (Jatinom)

 

Didapat informasi bahwa Lurah Dukuh waktu itu belum bisa baca tulis, maka sekitar tahun 1920 Pemerintah menempatkan seorang pemuda 20 tahun bernama R. Sontosudarmo sebagai Carik Desa Dukuh sampai akhirnya pemuda tersebut diangkat Pemerintah sebagai Lurah Desa Kebondalem Lor yang pertama setelah diblengketkan dengan Kebondalem. Sejak saat itulah dikenal sebuah Desa di wilayah Prambanan paling utara dengan nama KEBONDALEM LOR

 

Seiring dengan bertambahnya penduduk Desa Kebondalem Lor R. Sontosudarmo membangun pemukiman-pemukiman baru dari bekas-bekas tegalan menjadi perkampungan pada sekitar tahun 1952. Perkampungan baru tersebut antara lain Tegal Gladrah, Tegal Sono, Tegal Serut, Tegal Sempu, Tegal Sambi, Tegal Rejo, yang sampai saat ini kampung-kampung tersebut masih bisa dijumpai di wilayah Desa Kebondalem Lor, hanya saat ini Tegal Gladrah dirubah namanya menjadi Tegal Grejegan dan Tegal Sambi berubah menjadi tegal Bugelan. Selain membangun perkampungan juga dibangun Sekolah (kini SD Kebondalem Lor I), Pasar Nasakom (kini Pasar Kridomulyo), Lapangan Olah raga “Kridahasta”,  dan Masjid “NUR HUDA” yang sampai kini masih bisa dilihat.

 

Sepanjang penelusuran kami dahulu Kantor Desa Kebondalem Lor berada di Dukuh Tegal Serut bangunan tersebut merupakan rumah kediaman dari R. Sontosudarmo Lurah Pertama Desa Kebondalem Lor.

 

 

Kantor Kepala Desa Kebondalem Lor 1937 - 1968

 

Sampai saat selesai dibangunnya Kantor Balai Desa Kebondalem Lor yang ditempati sampai sekarang di Jl. Manisrenggo. Km.3, Kebondalem,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kantor Kepala Desa Kebondalem Lor 1968 - sekarang

 

 

 

Disaat berdirinya Desa Kebondalem Lor dipimpin oleh :

  • Lurah R. Sontosudarmo                     1937 - 1980
  • Lurah Mardiwiyono                          1981 - 1996
  • Kepala Desa Murtiyanto                     1996 - 2007
  • Kepala Desa Didik Purwadi Nugroho      2007 – 2013
  • Kepala Desa Agus Nugroho                2013 – 2019 

 

Wilayah Kebondalem Lor membentang dari Utara ke Selatan dibelah menjadi dua bagian besar oleh Jalan Manisrenggo.

 

  • Disebelah Utara berbatasan dengan Desa Solodiran,
  • Disebelah Timur Berbatasan dengan Desa Joho dan Randusari,
  • Disebelah Selatan dengan Desa Bugisan dan Kokosan,
  • Diebelah Barat berbatasan dengan Desa Taskombang .

 

Jarak Kebondalem Lor dengan :

  • Kota Kecamatan                    2.5  Km
  • Kota Kabupaten                    17   Km
  • Kota Provinsi                       117 Km
  • Pusat                                772 Km
  • Gunung Merapi                     22   Km

 

Desa seluas 191.0195 ha ini berada pada ketinggian 198 m Dpl – 125 m Dpl termasuk daerah Dataran rendah dengan suhu udara antara 24 C – 32 C dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun. Sebagian besar dari wilayah Desa merupakan daerah Persawahan seluas kurang lebih 131.5 Ha, wilayah pemukiman seluas 51.5 Ha dan sisanya kurang lebih seluas 8.01 Ha digunakan sebagi fasilitas umum seperti jalan, sekolah, pasar desa, pemakaman dan lain-lain

 

Saat ini Desa Kebondalem Lor sedang giat membangun untuk mewujudkan suatu kondisi masyarakat, pemerintah dan wilayah Desa yang LEBIH MAJU

 

 

Potensi Pertanian

 

Daerah pertanian seluas 131.5 Ha sebagian besar berupa sawah, dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija.  Kebondalem Lor memiliki jaringan irigasi teknis yang mengairi areal persawahan seluas 38.3 Ha, seluas 29.9 diari dengan irigasi setengah teknis, diari dengan irigasi sederhana seluas 54.3 Ha dan sisanya seluas 8.8 ha merupakan daerah sawah dengan sistim irigasi tadah hujan.

 

Gambaran Kependudukan

 

Desa berpenduduk 3.272 jiwa ini 1.618 diantaranya Laki-laki sedangkan penduduk wanita sejumlah 1.654 jiwa,  yang terdiri dari 1.115 Kepala Keluarga.

 

Sebagian besar dari penduduk Kebondalem Lor menggantungkan hidupnya pada sektor Pertanian sebagai:

  • Buruh tani sebanyak                               1. 370 orang,
  • Petani sebanyak                                         475 orang,
  • Wiraswasta                                        139 orang,
  • Karyawan Swasta                                  38 orang,
  • Tukang                                             44 orang,
  • Pegawai Negeri Sipil                               32 orang,
  • Pensiunan                                           18 orang
  • Pemulung                                             6 orang
  • Jasa                                                   5 orang.

 

Pemerintah dan Lembaga Desa

 

Pemerintah Desa

 

Pemerintah Desa menggunakan Susunan Organisasi Tata Kerja Pola Maksimal, dengan 1 orang Kepala Desa dibantu 9 orang Perangkat Desa, dengan susunan Sebagai berikut :

 

  • Kepala Desa                                 Agus Nugroho
  • Sekretaris Desa                              Saiman
  • Kepala Urusan Pemerintahan               Lasiman
  • Kepala Urusan Pembangunan              Wartono
  • Kepala Urusan Kesra                        Imam Sujarwo
  • Kepala Urusan Umum                       Wawan Setiawan
  • Kepala Dusun I                              Heru Tawanto
  • Kepala Dusun II                              Sahuri
  • Kepala Dusaun III                            Gatot suwandi
  • Kepala Dusun IV                             Haryadi

 

 

Lembaga Desa Kebondalem Lor terdiri dari

 

  • Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kebondalem Lor beranggotakan 9 orang yaitu:
  1. Ir. Agus Triyanto     - Ketua
  2. H. Widodo,s.st       - Wakil Ketua
  3. Setya panca          -  Anggota
  4. Supardi               -  Anggota
  5. Saryanan              -  Anggota
  6. Joko suyanto         -  Anggota
  7. Ngadimin             -  Anggota
  8. Timbul                -  Anggota
  9. Budiyanto             -  Anggota
  10. Suwarno, S.Pd
  11. FX. Samadi
  12. Jumarno
  13. Lamijo
  14. Sukijo
  15. Tugiyo
  16. Sajimin
  17. Mulyadi
  18. .....
  19. Ani Amelia
  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Kebondalem Lor beranggotakan 14 orang yaitu:
  • Tim Penggerak PKK Desa Kebondalem Lor 10 orang
  • Kader PKK Desa Kebondalem Lor 24 orang dengan anggota 60 orang
  • Ketua Rukun Tetangga(RT) 21 Orang
  • Ketua Rukun Warga (RW) 8 orang
  • Kader Pembangunan Desa 4 orang.

 

Perpajakan yang dikelola Desa

 

Desa menangani pemungutan PBB sebanyak 1.621 wajib pajak dengan Pokok Pungutan Pajak sebesar Rp. 45.412.665,- Sampai saat ini Pemungutan PBB masih dipercayakan kepada masing-masing Kepala Dusun yang mewilayahi Obyek Pajak.

  • Wilayah Dusun I          – Heru Tawanto
  • Wilayah Dusun II         – Sahuri
  • Wilayah Dusun III        – Gatot Suwandi
  • Wilayah Dusun IV        – Haryadi

PBB tahun 2010 per 22 Desember  telah tertagih sebanyak 1184 wajib Pajak atau sebesar 75.79 % dengan total penerimaan pajak Rp. 34.418.844,-

 

Pendidikan

 

Di Wilayah Kebondalem Lor terdapat 2 unit Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yaitu

  • SMA Negeri I Prambanan 
  • Madrsah Aliyah Negeri Prambanan.

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama

  • Madrasah Tsanawiyah Negeri Prambanan

Sekolah Dasar

  • SD Negeri Kebondalem Lor I
  • SD Negeri Kebondalem Lor II

Pra Sekolah

  • TK “Aisiyah Bustanul Atfal”
  • PAUD “TETUKO” Kebondalem Lor

 

Sarana Olah Raga

Di wilayah Kebondalem Lor terdapat beberapa sarana olah raga untuk masyarakat, antara lain :

  • Lapangan bola volley    8 unit
  • Tennis meja               3 unit
  • Bulu Tangkis              1 unit

 

Gedung Shelter

 

1 Gedung shelter ( tempat pengungsian ) tetapi selama tidak ada bencana gedung tersebut di alih fungsikan menjadi gedung serba guna.

 

Potensi Peternakan

 

  • Sapi              217      ekor
  • Ayam             5000   ekor
  • Itik                200     ekor
  • Kambing         100      ekor
  • Kuda             3        ekor

 

 

 

 

Keagamaan dan Kepercayaan Kepada Tuhan

 

Islam

Kehidupan keagamaan di Kebondalem Lor berjalan lancar, harmonis dan toleran. Ada sekitar 3.242 orang penduduk beragama Islam, yang menjalankan ibadah 3 masjid yang ada, sisanya menjalankan ibadah di rumah dan mushola-mushola yang terdapat di dusun-dusun sebanyak 12 buah.

 

Kristen Protestan

Penganut Protestan menjalankan ibadah di GKN Betania sebanyak 17 orang,

 

Katolik

Sebanyak 15 orang penganut Katolik menjalankan ibadah di Gereja yang terdapat di kota Kecamatan

.

Hindu dan Aliran Kepercayaan Kepada Tuhan YME

Sedangkan Penganut Hindu dan Aliran Kepercayaan tetap dihargai dan diakui keberadaannya serta,  kebebasan menjalankan ibadah atas keyakinannya,  bersama dengan Komunitasnya masing-masing di sekitar wilayah  Kecamatan Prambanan.

 

Perumahan

 

Penduduk Desa sebagian besar sudah tinggal di rumah batu permanen sebanyak 632 Kepala Keluarga, sedangkan 26 Kepala Keluarga tinggal di rumah Semi Permanen dan 29 Kepala Keluarga masih tinggal di rumah Non Permanen (Gedhek/ bambu/ Papan)

 

Kesehatan

 

Pelayanan Kesehatan yang utama untuk masyarakat Kebondalem Lor dilaksanakan oleh PUSKESMAS Kebondalem Lor. Saat ini PUSKESMAS Kebondalem Lor aktif membina 4 unit POS YANDU BALITA di keempat wilayah Dusun dan 1 unit POS YANDU LANSIA di wilayah Dusun I.

 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook

Lokasi Kebondalem Lor

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung